Sejarah Kerajaan Aceh Lengkap Dengan Peninggalannya

Kondisi Ekonomi Kerajaan Aceh

Aceh adalah salah satu daerah yang terletak di indonesia tepatnya di pulau Sumatera yang memiliki sejumlah sejarah dari kerajaan islam aceh. Provinsi yang sangat terkenal agama islamnya yaitu kerajaan aceh.

Kerajaan tersebut dipimpin oleh sultan iskandar muda. Kerajaan aceh darussalam adalah kerajaan islam pertama di nusantara. Yup Kerajaan islam ini muncul pada abad ke 16. Dimana para pedagang yang tidak mengakui kekuasaan portugis di selat malaka

Letak Kerajaan Aceh

Letak Kerajaan Aceh

http://www.nafiun.com

Pada masa Sultan Iskandar Muda, kerajaan Aceh mengalami kejayaan yang bagus. Karena letaknya yang sangat strategis yaitu terletak di daerah Sumatera yang sangat dekat dengan jalur perdagangan internasional. Maka saat itu perkembangan kerajaan ini sangat pesat

Selain itu, ramainya aktifitas Pelayaran-pelayaran perdagangan, kerajaan Aceh  sangat mempengaruhi perkembangan tersebut. Adapun bidang yang ada di dalam kerajaan Aceh seperti Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya.

Adapun Wilayah kekuasaan dari kerajaan Aceh terbentang mulai dari daerah Deli sampai daerah Semenanjung Malaka.

Kehidupan Politik Kerajaan

Kehidupan Politik Kerajaan

www.olx.co.id

Setelah malaka berhasil diduduki oleh Portugis pada tahun 1511, Nah pada saat itu Kerajaan Aceh mulai berkembang dikarenakan sebagian besar pedagang-pedagang islam dari Malaka pindah ke Aceh.

Selain itu juga, penyebab lainnya Aceh saat itu menjadi ramai karena runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai ke tangan Portugis Sekitar tahun 1521.

Dan berdasarkan silsilah sultan – sultan Aceh dan berita di Eropa, kerajaan Aceh pun berhasil melepaskan diri dari kerajaan pedir. Nah, pada saat itu pula berdirilah kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Ali Mughayat pada tahun 1514-1528.

Kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 – 1636, kerajaan Aceh mengalami Kejayaan. Sultan Iskandar Muda mempunyai suatu cita-cita untuk menjadikan Kerajaan Aceh yang kuat dan besar.

Oleh sebab itu, Sultan Ali Mughayat juga mempunyai  tekad untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di Semenanjung Malaka diantaranya Pahang, Kedah, Perlak, Johor dan lain-lain.

Setelah itu Sultan Iskandar Muda wafat. Kemudian  kepemimpinannya digantikan oleh Sultan Iskandar Tani pada tahun 1636-1641.

Setelah itu kerajaan Aceh mengalami banyak sekali kemunduran dikarenakan tidak ada sultan – sultan yang kuat lagi, sehingga Kerajinan Aceh pada tahun 1641 tidak ada yang mampu lagi untuk melawan Belanda ketika itu telah menguasai Malaka.

Kondisi Ekonomi Kerajaan Aceh

Kondisi Ekonomi Kerajaan Aceh

http://studiislamfarmasi.blogspot.com

Pada saat itu perekonomian masyarakat Aceh yang sangat utama adalah perdagangan. Pada suatu daerah yang sangat subur dan banyak menghasilkan lada. Karena daerah-daerah di pantai timur dan barat telah di kuasai oleh Aceh, maka jumlah ekspor ladanya pun pasti semakin bertambah banyak.

Selain itu juga karena beberapa daerah di Semenanjung Malaka juga telah dikuasai oleh Aceh juga bisa menyebabkan bertambahnya badan ekspor penting seperti timah dan juga lada.

Selat Malaka juga menjadi salah satu daerah kekuasaan Aceh yang mana selat ini merupakan satu-satu jalan perdagangan  internasional. Sehingga banyak pedagang- pedagang dari bangsa asing yang berdagang melalui daerah Aceh seperti Belanda, Inggris, Arab, Persia, Turki, India dan lain sebagainya.

Adapun barang-barang yang mungkin diekspor ke luar negeri antara lain beras, lada (minangkabau), rempah-rempah (Maluku) dan barang-barang yang diimport ke Indonesia saat itu seperti  kain dari Koromendal (India), Jepang dan China, Minyak Wangi dari Eropa dan Timur Tengah.

Dan perlu kalian ketahui juga bahwa kapal – kapal Aceh juga termasuk kapal yang sangat aktif dalam perdagangan dan pelayaran sampai ke laut merah.

Kehidupan Sosial Kerajaan Aceh

Kehidupan Sosial

http://www.sejarahislam.webcam

Pada saat itu Kehidupan sosial yang terjadi di kerajaan ini muncul dua golongan yang saling berebut untuk menjadi golongan yang sangat berpengaruh di Aceh tersebut.

Dua golongan itu tersebut yaitu golongan Teuku dan golongan Teungku. Yang mana golongan Teuku ini adalah golongan dari orang-orang bangsawan yang memegang kekuasaan sipil.

Sedangkan golongan Teungku adalah golongan dari para ulama’ yang mempunyai peran penting di dalam bidang agama islam. Dalam golongan para ulama’ yang memegang kekuasaan atas dasar agama islam, masih ada dua persaingan lagi yaitu persaingan antara aliran Syiah dengan aliran Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pada saat kepemimpinan Sultan Iskandar Muda tersebut, aliran yang berkembang sangat pesat adalah aliran syi’ah.

Adapun tokoh-tokoh pada aliran ini yaitu Hamzah Fansuri dan selanjutnya dilanjutkan oleh Syamsuddin Pasai. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat, aliran ahlussunnah waljama’ah mengalamai perkembangan yang sangat pesat.

Adapun tokoh-tokoh pada aliran ini yaitu Nurruddin Ar Raniri yang dimana tokoh ini berhasil menuliskan sebuah sejarah kerajaan ini dengan judul Bustanussalatin.

Selain dalam bidang sosialnya, dalam bidang budaya pun bisakita ketahui dengan adanya Bangunan Masjid dari peninggalan Sultan Iskandar Muda sebagai bukti. Di dalamnya ada bangunan masjid Baiturrohman.

Runtuhnya Kerajaan Aceh

Runtuhnya Kerajaan Aceh

http://ohbalaraja.blogspot.com

Runtuhnya Kerajaan ini berawal dari strategi yang dilakukan oleh Dr. Christian Snougck Hurgronje dengan menyusup berpura-pura untuk masuk pada agama islam. Kala itu beliau ini diterima dengan sangat  baik oleh masyarakat Aceh.

Setelah Dr. Christian Snougck ini masuk islam, beliau juga mendapatkan kepercayaan dari para pimpinan Aceh. Kala itu beliau sudah mulai mengetahui apa saja kelemahan dari masyarakat Aceh ini.

Kemudian beliau menyarankan diri  kepada Belanda untuk menyerang para Ulama’. Yup karena kekuatan masyarakat Aceh yaitu terletak para Ulama’.

Kemudian Belanda melakukan serangan kepada para ulama dan alhasil, serangan itu membuahkan hasil, Belanda bisa menguasai Aceh. Setelah kerajaan Aceh dikuasai oleh Belanda, kemudian Dr. Christian Snougck Hurgronje diangkat sebagai gubernur Aceh pada tahun 1898 dimana pada saat itu, sebagian besar wilayah kerajaan Aceh telah dikuasai oleh Belanda.

Waktu itu  anak dan ibunya Sultan Muhammad Dawud ditangkap oleh Belanda, maka pada tahun 1093 Beliau segera menyerahkan diri kepada Belanda tersebut. Sehingga pada tahun 1904 secara otomatis runtuhlah kesultanan Aceh dengan ditandai dengan jatuhnya semua wilayah Aceh ke tangan Belanda

Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan Kerajaan Aceh

http://kisahasalusul.blogspot.com

Setelah Runtuhnya Kerajaan ini, banyak sekali peninggalan dari kerajaan ini. Apa saja Peninggalannya? Yuk cek dibawah ini

Masjid Baiturrahman

Masjid Baiturrahman adalah salah satu masjid peninggalan dari kerajaan Aceh yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda tahun 1612 Masehi. Masjid ini juga  pernah di Bakar oleh Belanda pada saat agresi militer Belanda yang ke dua.

Taman Sari Gunongan

Taman sari gunongan merupakan sebuah taman yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dimana taman ini dibangun bertujuan sebagai hadiah untuk putrid Boyongan di kerajaan Pahang yang mana putri ini merupakan putri yang sangat dikagumi sekali  oleh Sultan Iskandar Muda.

Masjid Indra Puri

Masjid Indra Puri adalah salah satu Masjid tua dimana telah diketahui bahwa dahulunya masjid ini merupakan sebuah benteng Hindu yang menguasai tanah Aceh. Setelah islam masuk, sekitar tahun 1300 masehi benteng hindu tersebut dialih fungsikan menjadi masjid.

Benteng Indra Prata

Benteng Indra Prata merupakan salah satu benteng peninggalan kerajaan Aceh yang terletak di pesisir pantai Aceh. Yup, benteng ini adalah benteng yang fungsinya sangat vital sekali bagi pertahanan laut sehingga sampai sekarang masih dijaga keasliannya oleh Sultan Iskandar Muda hingga sekarang.

Pinto Khop

Pinto khop adalah sebuah bangunan peninggalan kerajaan Aceh dimana pada saat itu berfungsi sebagai pintu masuk menuju ke taman Putroe Phang. Adapun uniknya pada bangunan ini adalah bentuk atapnya yang menyerupai kubah.

Silsilah Kerajaan Aceh

Silsilah Kerajaan Aceh

http://sejarahpeperangandiaceh.blogspot.com

Di bawah ini adalah silsilah dari kerajaan Aceh Darussalam yang telah menjadi pemimpin sesuai eranya. Mau tau ? Yuk simak ulasan berikut ini :

  1. Sultan Ali Mughayat, Beliau memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514-1528 Masehi.
  2. Sultan Salahuddin, Beliau memerintah Kerajaan Aceh sekitar tahun 1528-1537 Masehi.
  3. Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar, Beliau memerintah Kerajaan Aceh sekitar tahun 1537-1568 Masehi.
  4. Sultan Sri Alam, Sultan Sri Alam memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1575-1576 Masehi.
  5. Sultan Zain al-Abidin, Beliau juga tidak lama memerintah Kerajaan Aceh. Sekitar tahun 1576-1577 Masehi.
  6. Sultan Ala’ al-Abidin, Beliau juga  memerintah Kerajaan Aceh sejak tahun 1577-1589 Masehi.
  7. Sultan Buyung, Beliau memerintah kerajaan Aceh pada tahun 1589-1596 Masehi.
  8. Sultan Ala’ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil, Beliau memerintah kerajaan Aceh pada tahun 1596-1604 Masehi.
  9. Sultan Ali Riayat Syah, Beliau memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1604-1607 Masehi.
  10. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam Juga memerintah Kerajaan Aceh sekitar tahun 1607-1636 Masehi.
  11. Iskandar Thani, beliau  memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1636-1641 Masehi.
  12. Sri Ratu Safi al-Din Taj al Alam, Beliau juga pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1641-1675 Masehi.
  13. Sri Ratu Naqvi al-Din Nur al-Alam, Beliau memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1641-1678 Masehi.
  14. Sri Ratu Zaqqi al-Din Inayat Syah, Beliau memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1678-1688 Masehi.
  15. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din, Beliau juga pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1688-1699
  16. Sultan Badr al-Alam S Hashim Jamal al-Din, Beliau memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1699-1702 Masehi
  17. Sultan Perkasa Alam S L, Beliau memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1702-1703 Masehi
  18. Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir, Beliau memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1703-1726 Masehi
  19. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din, Beliau juga pernah memerintah pada tahun 1726
  20. Sultan Shyam al-Alam, Beliau ini memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1726-1727 Masehi.
  21. Sultan Ala‘ al-Din Ahmad S, Beliau juga pernah menjabat sebagai raja dari tahun 1727-1735 Masehi
  22. Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah, Beliau juga pernah memerintah kerajaan Aceh tahun  1735-1760 Masehi
  23. Sultan Mahmud Syah, Beliau juga memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1760-1781 Maehi.
  24. Sultan Badr al-Din, Beliau juga  memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1781-1785 Masehi.
  25. Sultan Sulaiman Siah, Beliau pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1785-…
  26. Alauddin Muhammad Daud Syah. Beliau pernah memerintah sekitar tahun 1795
  27. Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam, Beliau juga  memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1795-1815 dan 1818-1824 Masehi.
  28. Sultan Syarif Saif al-Alam memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1815-1818 Masehi.
  29. Sultan Muhammad Syah, Beliau juga pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1824-1838 Masehi.
  30. Sultan Sulaiman Siah, Beliau juga pernah menjabat dan memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1838-1857 Masehi.
  31. Sultan Mansur Syah ini pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1857-1870 Masehi.
  32. Sultan Mahmud Syah ini pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1870-1874 Masehi.
  33. Sultan Muhammad Daud Syah ini juga pernah memerintah di Kerajaan Aceh pada tahun 1874-1903

Mungkin itu silsilah dari kerajaan aceh, Ketika ada salah satu yang keliru mohon dimaafkan. Mungkin itu saja yang bisa saya berikan dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih

Leave a Reply