Mengajar Mengaji Demi Menambahkan dan Memperkuat Ilmu yang Telah Diajarkan

Saya Syahrul Mubarok, saya baru saja menghatamkan Al Quran, waktu mengaji ku cukuplah lama, Dari 4 tahun ibuku sudah mengajarkan aku untuk mengaaji kepada kiyai, dan dari jilid 1 sampai 2 dikiyai.

Melanjutkan lagi jilid 3-6 di ustad, waktu itu belum ada namanya komisi perlindungan anak, jadi ustad tuh boleh memukulnya biar santrinya itu tidak mengulangi lagi. Memukulnya dengan apa saja yang ada, tetapi sekarang saya melihatnya miris karena kelakuan para muridnya sampai sampai bisa mengejek guru, memukul guru dan lain-lain.

Jadi apa yang dilakukan guru itu hanya membenarkan supaya murid-muridnya tidak salah melangkah. Saya merasakan yang telah guru lakukan kepada saya.

Saat aku menginjak SMP pada tahun 2012 sudah memulai di tingkat Al-Quran, begitu susahnya, dari pengambilan nafas saat sebelum memulai membacanya. Jika ditest mengaji, makhrajul huruf dan tajwid saya bisa menjawabnya. Karena sudah ,elewati pelajaran yang sudahh diajarkan dirumah.

Pada tahun 2017 kemarin alhamdulillah bisa menghatamkan Al-Quran, memang perjalanan untuk menghatamkan Al-Quran lama menurutku. Mengapa demikian, karena saya belajar mengaji bukan sekedar mengaji, tetapi makhrajul huruf dan tajwid sangatlah diperhatikan.

KHATAMAN

Jika ada yang salah dari tajwid tersebut maka bacaannya di ulang sampai bacaaannya benar. Bulan mei 31 2017 dilaksanakannya acara khataman Al Quran di masjid yang ada di tempat tinggal saya.

Ada drumb band yang mengiri pawai saya, kemudian berziarah kemakam kiyai yang sudah wafat, setelah adzan dzuhur dilaksanakannya acara khataman tersebut

Saat itu saya merasa senang dan bangga. Banyak moment yang ada dan pengalaman yang tidak akan terlupakan, makan bersama, photo dengan sesepuh di masyarakat. Seneng dan terharu. Setelah melakukan acara khatam al quran mendengarkan  tausiah dari ustad wahid hasim.

Ceramah yang di bawa begitu menarik dan begitu mengingatkan kami yang mengunjungi pengajian ini, dan kepada para santri yang sudah melakukan kotimil quran. Ustad tersebut memberikan nasihat janganlah kalian setelah ini selesai begitu saja, mengaji itu tidak ada batasan waktu yang membatasi kecuali allah yang membatasinya.

Ketika kita sudah melaksanakan khataman Al-quran kalian para khatimin mendapatkan 5 mahkota oleh allah terserah untuk siapa saja yang kau inginkan ketika kita dikumpulkan di padang masyar.

Dan saat ini saya diberikan kepercayaan untuk mengajar mengaji yaitu mengajar makhrajul huruf dan tajwid oleh guru mengaji ku. Yah bagaimanah grogi masih melekat ditubuhkuu, masih ga percaya untuk mengajar mengaji santri di tempat tinggal ku.

Selang waktu berjalan dan didikan di sekolah untuk menjadi tampil percaya diri sudah melekat ditubuh ku, walaupun rasa grogi masih sedikit ada lah hehehe. Membimbing mental agar tidak terlihat grogi itu tidaklah mudah, saat grogi bukan fisik saja yang terlihat tetapi mata, suara, dan tangan yang bergemetar.

Saat disekolah pun sama saya diajarkan mental dengan keras. Keras disinih hanya dengan omongan yang bisa menjatuhkan mental walaupun itu hanya bercanda. Mengapa demikian, saya dituntut untuk berani tampil didepan banyak orang. Tampil dengan cara apa??

Di SMK ada namanya pentas seni, nah ini adalah tempat untuk mengungkapkan bakat siswa-siswi di lingkungan sekolah. Pentas seni dalam bentuk seperti apa ?? Pihak sekolah dengan bebasnya memilihh tema apa, yang terpenting siswanya bisa berpikir dan berinisiatif dengan imajinasinya.

Jadi mental ku sudahlah kuat dan berani untuk tampil didepan orang yang sudah lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan anak kecil pun bisa. Tinggal kita kesiapan materi apa yang ingin di bahas.

Saat dirumah mengajar mengaji saya mendapatkan bagian yang agak berat, karena mengajarkan anak kecil yang masih mau berlari-lari, bermain dan bersenang-senang. Pernah akupun mendapakan perlakuan yang tidak baik, mau marah ahh ga enak, terasa sakit hati jika kita sedang menjelaskan malah sibuk menobrol, menggambar dan sebagainya.

MENGAJI

Pernah saat itu menahan sakitnya tuhh luar biasa menangis didalam hati, sambil berkata. Apakah ini KARMA yang sedang aku alami. Saat di sekolah pun saya seperti itu jarang mendengarkan guru yang sedang menjelaskan ilmunya.

Setelah pulang langsung masuk kedalam kamar dan menangis kecil dan meminta mohon ampunan kepada Allah. Ke esokan harinya berangkat sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar atau KBM. Saat tiba waktu pulang saya ingin melangkah keluar gerban ada yang memanggilku ternyata dia adalah guru PAI yang tadi memanggil ku.

Gemetar dan cemas mukaku, lalu ku dekati guru tersebut. Ternyata guru tersebut mau minta tolong kepada ku untuk bersama mengajar eskul BTQ dengannya di sekolah ini, saya mendapatkan jatah kelas 10 yang baru masuk. Grogi baru pertamakali mengajar di sekolah, saya berfikir mengajar di sekolah sama saja dirumah hanya saja ini lebih dewasa.

mengajar mengaji

Pertama perkenalan terlebih dahulu, lalu saya meminta untuk mengaji satu persatu untuk mengetahui seberapa jau dia bisa. Ada beberapa yang masih belum bisa dan belum lancar, saya harus bikin strategi nihh, yang sudah bisa mengaji mengajarkan yang belum lancar, nah aku mengajarkan yang belum bisanya.

Jadwal sudah di tentukan di sekolah yaitu pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Cuma diberi 1 jam waktunya setelah pulang sekolah. Jadwal mengajar dirumah malam Sabtu dan Minggu, jadi malem minggunya masih ditempat ngaji heheh.

Jadwal ku di sekolah selalu bentrok dengan jadwal eskul yang lain, jadi dipastikan pada hari tersebut tidak bisa pulang langsung mengikuti eskul. Eskul yang lain seperti convertation, B. Inggris, PASKIBRA, B. Arab. Ini biasanya dimulai setelah shalat ashar berjamah dan menunggu guru yang bersangkutan datang.

paskibra

YouTube

Rasa cape dan lapar semuanya terbayar karena siswa-siswi di sekolah bisa sedik sediktmah, sudah agak lancar dari yang belum bisa dan yang belum lancar menjadi lancar. Alhamdulillah tidak sia-sia mengajarkannya makhrajull huruf dan tajwidnya.

Dirumah pun mendapatkan tugas lagi yang lebih berat, apakah itu??? ialah menjadi Muraqi shalat jumat mengiringi sebelum melaksanaknnya khutbah jumat itu dimulai. Di berikannya selembar kertas yang berisi sebelum melaksankannya shalat jumat di mulai, wihhh panjang banget Cuma diberi 3 hari, langsung dicoba di depan santri.

Saya biasa saja didepan santri mah, lancar dan tidak ada yang terlewat satu pun. Keesokan harinya tepat hari jumat, masih malu-malu jadi hanya adzan saja yang muraqi masih guru mengaji aku. Minggu depan saya mendapatkan giliran menjadi Muraqi, saya siap menghadapinya.

Setelah adzan untuk shalat jumat dan dilanjutkan shalat qobliah jumat, kemudian mulailah muraqi, gugup, grogi, konsentrasi hilang jadi banyak yang terlewat jadi ya diulang untuk jumat berikutnya. Dan akhirnya lancar walaupun  nafas sudah tersengal-sengal, sampai keringat mengucur deras bagaikan air mata yang metes.

Dan setiap jumat saya yang menjadi muraqi walau pun grogi ga apa-apa, itu sudah biasa dilakukan sampai sekaran masih saja dibutuhkan. Memang jadi Muraqi itu tidaklah mudah dan tidaklah sulit jika sungguh-sungguh maka akan dimudahkan.

Saya mendapatkan tugas kembali untuk menjadi bilal shalat taraweh di masjid. Ini mah cukup mudah untuk, karena saya bisa melihat teks bilal tersebut, paling yang susah itu saat berdoa setelah shalat taraweh, doanya panjang banget.

shalat traweh

www.republika.co.id

Tulisannya memakai ketikan biasa dengan sepasi yang tidak ada renggangnya. Yahhh di bisaiin ajh lah untuk doa ini walaupun bacanya agak kurang lancar sihh. Selama 1 bulan penuh menjadi bilal, saat malam takbiran diberikan sarung dan amplop yah lumayan bisa tambah-tambah.

Saat malam takbiran juga ada namanya takbir keliling, dengan memakai obor dan bedug yang besar mengelilingi rumah-rumah setempat yah ga jauhlahh, takbir pun berkumandang untung allah yang maha besar dan maha agung.

Saat keliling banyak yang ikut serta dan memberikan air aqua dan banyak yang memvidio untuk dimasukan sedalam sosial media yang dia punya. Seperti youtube, fb, wa, line, dan masih banyak yang lainnya.

Ketika sesampainya ditempat ngaji langsung membuat lingkaran dan dibagikannya bingkisan kecil saat lelah di perjalanan. Dan ada yang mendapatkan uang oleh guru siapa yang puasanya full.

Yahh pastii saya mengacung dan dapat uang walaupun tidak besar. Jadi inti pengalaman inih Mencari ilmu itu wajib bagi umat muslim dan manusia sampai di mati. Janganlah berputus asa akan ilmu yang kita cari susah ditangkap, itu sudah biasa namanya juga belajar yah pasti harus ada proses yang baik dan giat

Kan ada judul buku dan filim carilah ilmu sampai ke negri cina, Negri 5 menara, dan masih banyak lagi. Itu semu intinya mencari ilmu, bagi orang yang mempunyai ilmu akan ditingkatkan harga dirinya oleh orang lain.

Banyak yang mempunyai ilmu tidak menerapkan dan membagikannya kepada orang yang sedang mebutuhkannya. Orang yang membagikan ilmunya akan ditambah kuatkan ilmunya makanya pahala yang selalu mengalir saja itu adalah ilmu yang bermanfaat walau pun kita sudah tidak ada dibumi lagi.

Manusia tanpa ilmu seperti orang mati yang berjalan di atas bumi tidak ada manfaat baginya apalagi bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Jadi begitu pentingnya untuk mencari ilmu untukbanyak manfaatnya didunia dan diakhirat kelaknanti akan ditanyakan oleh sang maha kuasa

Jadi jangan sia-siakan hidup di dunia untuk mencari ilmu dan beribadah kepadanya, kalau sudah tidak ada didunia  akan merasakan pedihnya siksaan dialam kubur nanti, makanya cari buat simpanan diakhirat dan jan lupa shodakoh

Leave a Reply