Tanda-tanda Waqaf Beserta Cara Membacanya

Sahabat angalul.com. Kali ini kami akan melanjutkan pembahasan mengenai tanda-tanda waqaf dalam ilmu tajwid. Yah, tanda waqaf ini berbeda dengan harakat, tanwin atau sukun. Tanda waqaf ini menunjukan tanda berhenti pada suatu bacaan atau kalimat di dalam Al-Qur’an.

Tanda-tanda waqaf merupakan tanda yang mengharuskan kita untuk berhenti ketika sedang membaca Alquran. Tanda waqaf ini sama halnya tanda baca di bahasa indonesia. Seperti koma (,) titik (.) dan lain-lain

Mengenai firman Allah yang menjelaskan kepada kita untuk selalu senantiasa membaca dan memahami bacaan-bacaan yang ada pada Al-quran, telah diterangkan didalam surat Al-ma’idah ayat 15-16 yang artinya :

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 15-16).

Untuk itu akan kami ulas secara detail dan singkat mengenai tanda-tanda waqaf beserta washal yang wajib kalian ketahui. Mau tau apa saja pembahasan kali ini? Yuk baca selengkapnya di bawah ini. Selamat membaca !!!

Pengertian Waqaf (وَقَفْ   menurut Ilmu Tajwid)

Pengertian Waqaf

www.slideserve.com

Dilihat dari bahasa waqaf memliki makna berhenti atau menahan. Adapun dalam hukum ilmu tajwid, pengertian waqaf adalah berhenti sejenak ketika membaca suatu lafadz atau berhenti sebentar pada kalimat yang terdapat tanda waqaf guna mengambil nafas agar bisa melanjutkan kembali bacaan yang selanjutnya

Sangat berbeda dengan washal. Washal memiliki arti menyambung atau sambung atau terus. Dalam ilmu tajwid washal adalah ketika dalam membaca ayat  Al-Qur’an itu boleh terus walupun ada tanda washalnya

Jenis – Jenis Waqaf

 Jenis Waqaf

www.wikiwand.com

Sebelum kita masuk kedalam tanda tanda waqaf, kita juga harus wajib mengetahui jenis-jenis waqaf. Yah, ada 4 jenis waqaf yang harus kita pahami, antara lain sebagai berikut :

Waqaf Taamm (وَقَفْ تام).

Waqaf taamma adalah waqaf yang sempurna. maksudnya ialah memberhentikan suatu bacaan secara sempurna, tidak berhenti di tengah-tengah ayat atau bacaan.

Waqaf Kaaf (وَقَفْ ﻛﺎﻒ)

Waqaf Kaaf adalah waqaf yang wajar. Maksudnya ialah memberhentikan suatu bacaan secara sempurna. Jadi dalam satu ayat tidak terputus atau berhenti di tengah ayat tersebut. Makanya dikatakanlah waqaf yang wajar

Waqaf Hasan (وَقَفْ ﺣﺴﻦ)

Waqaf Hasan Adalah waqaf yang baik. Maksudnya ialah memberhentikan suatu bacaan tanpa merubah atau mempengaruhi arti serta ayat sesudahnya. Jadi ketika mewaqafkan suatu bacaan itu penempatannya pas. Kurang lebih seperti itu.

Waqaf Qabiih  (وَقَفْ ﻗَﺒﻴْﺢ)

Waqaf Qabiih adalah waqaf yang buruk. Maksudnya ialah memberhentikan suatu bacaan secara tidak sempurna atau tidak tepat saat berhentinya. Jadi, waqaf ini kebalikan dari waqaf hasan ya guys.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan ada baiknya kita harus mengetahui bagaimana metode belajar mengaji yang pas untuk anda.

Kami berikan beberapa metode yang bagus untuk proses belajar mengaji. mau tau apa saja metodenya? Yuk, klik saja di sini.

tanda-tanda waqaf

tanda-tanda waqaf

Wajibbaca.com

Dibawah ini adalah beberapa tanda-tanda waqaf dan washal yang ada di dalam Al-Qur’an, antara lain sebagai berikut:

Waqaf Lazim (م)

Waqaf Lazim memiliki tanda seperti huruf (م) yang artinya harus berhenti. Tanda waqaf ini disebut juga dengan waqaf sempurna atau wajar. Apa alasannya? Alasannya ialah karena letak waqaf ini selalu di akhir kalimat, jadi kalimat ini bisa dikatakan waqaf sempurna

Waqaf  Mamnu (لا)

Waqaf mamnu memiliki bentuk seperti (لا) yang memiliki arti ialah tidak boleh berhenti. Maksudnya ialah ketika membaca Al-quran kemudian menemukan waqaf mamnu’ (لا) maka kita membacanya harus lanjut tidak boleh berhenti

Waqaf Jaiz (ج)

Waqaf jaiz memiliki bentuk seperti (ج) yang memiliki arti boleh berhenti dan juga boleh melanjutkan. Maksudnya ialah ketika anda sedang membaca AL-qur’an kemudian menemukan waqaf jaiz (ج) maka anda bisa mengambil 2 opsi

Opsi pertama ialah bisa berhenti karena nafas anda sudah tidak kuat. Opsi kedua ialah bisa lanjut karena anda masih merasa kuat untuk membaca tanpa berhenti atau terputus-putus. Jadi intinya ada pada kekuatan nafas anda

Waqaf Al-washol ula (صلى)

Waqaf Al-washol ula memiliki bentuk seperti (صلى) yang memiliki arti itu lebih baik melanjutkan atau diutamakan melanjutkan bacaan. Maksudnya ialah tanda ini menyeru untuk lebih baik melanjutkan bacaan walau terhenti sejenak setelah melewati tanda (صلى)

Waqaf Al-waqfu ula (قال)

Waqaf Al-waqfu ula memiliki bentuk seperti (قال) yang mempunyai arti diutamakan berhenti. Kebalikan dari yang sebelumnya. Jadi ketika menemukan tanda (قال) ini lebih baik atau diutamakan berhenti walaupun nafas masih panjang.

Waqaf Mutlaq ( ﻁ )

Waqaf mutlaq memiliki bentuk ( ﻁ ) yang memiliki arti haruslah berhenti. Tanda ini kurang lebih dengan waqaf lazim.

Waqaf Kadzaalika ( ﻙ )

Waqaf Kadzaalika memiliki bentuk seperti ( ﻙ ) yang mempunyai arti dibolehkan untuk berhenti. Jadi disini kita dibebaskan mau lanjut boleh dan mau berhenti silahkan.

Waqaf Mu’anaqah ( … …)

Waqaf Mu’anaqah memiliki bentuk seperti ( ... ...) yang mempunyai arti berhenti di salah satu tanda titik tiga itu. Jadi jika bertemu tanda tersebut maka harus berhenti di salah satu tandanya.

Waqaf Murakhkhas ( ﺹ )

Waqaf Murakhkhas memiliki bentuk  (ﺹ ) yang artinya lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna

Cara mewaqafkan bacaan alquran

Di bawah ini adalah beberapa cara mewaqafkan bacaan Al-Quran yang baik tanpa merubah makna atau arti,

Kita juga bisa memanfaatkannya lewat buku ilmu tajwid yang terjual di daerah anda. Untuk itu antara lain sebagai berikut :

1. Berhenti Di Akhir Kalimat atau Ayat berharokat sukun. Maksudnya ialah ketika berhenti dalam membacanya tidak ada perubahan-perubahan sama sekali. Contohnya

فَارْغَبْ  — فَحَدِّ ثْ  — اَعْمَالَهُمْ   (tetap, dibaca a’maalahum, fahaddits – dan farghab )

2. Berhenti pada akhir kalimat atau ayat yang tidak berharakat sukun (mati) yaitu huruf hidup. Baik berharakat fathah, kasroh, maupun dhomah. Maka huruf terakhir pada kalimat itu di rubah, yang sebelumnya hidup di ganti sukun (mati). Contoh Bacaanya :

Lafadz  اْلبَلَدِ (al-baladi) dibaca menjadi الْبَلَدْ (al-balad),  lafadz خَلَقَ (Khalaqa) dibaca menjadi خَلَقْ (khalaq)
.

berhenti pada akhir kalimat atau ayat yang akhirannya berupa huruf ta marbuthah (ة  ) letaknya di tengah maupun di akhir kalimat. Maka membacanya yaitu dengan mengganti huruf ta’ (ة  ) menjadi huruf ha (هْ). Contoh bacaannya

Kata أخِرَةٌ –  القَارِعَةُ — جنّةٌ  dibaca menjadi أخِرَهْ  — القَارِعَه — جَنَّهْ

Berhenti pada akhir kalimat atau ayat yang akhirnya berharakat hidup, baik fathah, kasrah maupun dhomah. Untuk membacanya maka dua huruf yang terletak pada akhir kalimat tersebut dibaca sukun semuanya.

Atau lebih gampangnya membunyikan semua huruf tersebut, tapi huruf yang terakhir dibaca suara yang pelan. Contoh bacaannya

Lafadz  بِالْهَزْلِ  dibaca menjadi  باِلْهَزْلْ atau  بِالْهَزْلِ (tapi harakat huruf lam dibaca pelan),  Lafadz اَلصَّدْعِ dibaca menjadi اَلصَّدْعْ atau اَلصَّدْعِ (tapi harakat huruf ‘ain dibaca pelan
)

Berhenti pada akhir kalimat atau ayat yang sebelumnya ada bacaan mad ashli atau layyin (bacaan mad yang huruf sebelumnya tersebut berharakat fathah). Maka cara membaca kalimat tersebut adalah dengan mematikan huruf yang sudah terletak di akhir kalimat tersebut, dengan dipanjangkan sedikit antara dua sampai empat harakat.

Chontohnya مِنْ خَوْفٍ —  وَٱلصَّيۡفِ — الحَكِيْمُ —  يَشْعُرُوْنَ

Berhenti pada akhir kalimat atau ayat pada huruf terakhir berharakat fathah tanwin. Cara memberhentikannya adalah membaca harakat fathahnya saja sebanyak dua harakat dan ini termasuk kedalam hukum bacaan mad iwadh

Contohnya:  Lafadz اَفْوَاجًا  dibaca menjadi افْوَاجَا   , kemudian lafadz سَلاَ مًا   dibaca menjadi سَلَا مَا

jika kalian masih belum paham akan kami lampirkan beberapa vidio dari youtube untuk membantu pemahaman anda pada materi kali ini. Adapun vidionya adalah sebagai berikut :

Mungkin itu saja yang bisa kami berikan pada pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih

Leave a Reply